Smart SIM Resmi Diluncurkan

Ditulis oleh Jerry, 17 Oktober 2019

Korps Lalu Lintas atau Korlantas Polri resmi meluncurkan Smart Surat Izin Mengemudi (Smart SIM) atau SIM Pintar pada Minggu, (22/09/2019) bertepatan dengan peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64.

Smart SIM bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik lewat modernisasi teknologi informasi, salah satu contohnya seperti Samsat online.

Jadi, bisa dibilang SIM Pintar itu merupakan salah satu terobosan baru yang dilakukan Korlantas Polri untuk memaksimalkan pelayanan publik dan dapat memberikan dampak positif untuk masyarakat.

Apa itu Smart SIM?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas kalau Smart SIM adalah salah satu inovasi terbaru dari Korlantas Polri yang bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan publik.

Jadi, Korlantas Polri telah melakukan kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk merekam identitas serta data forensik si pemilik.

Selain itu, SIM baru memiliki chip yang akan merekam segala pelanggaran yang dilakukan oleh pemegang SIM secara elektronik dan sistem Korlantas. Smart SIM juga berisikan data rekam jejak kecelakaan yang dialami oleh si pengemudi.

Keunggulan Smart SIM

Ada lima keunggulan Smart SIM yang bisa dinikmati oleh masyarakat, yaitu:

SIM Pintar atau Smart SIM dapat merekam data forensik pengemudi. Jadi pelanggaran yang dilakukan pengemudi akan terekam. Maksudnya, pengemudi yang melakukan pelanggaran lalu lintas akan tercatat di chip kartu dan juga server Korlantas.

Smart SIM juga dapat merekam jejak kecelakaan yang dialami oleh si pengendara.

Karena SIM merupakan bentuk dari legitimasi pengemudi, maka rekam jejak pengemudi yang terekam akan menjadi bahan evaluasi.

SIM Pintar juga bisa berfungsi sebagai uang elektronik dengan pengisian maksimal Rp 2 juta yang dapat digunakan untuk membayar parkir, tol dan juga berbelanja.

SIM Pintar juga menyajikan fitur augmented reality di mana pengguna bisa mengakses layanan edukasi keselamatan dalam berlalu lintas.

Syarat memiliki Smart SIM

Sama seperti syarat membuat SIM pada umumnya. Untuk pengguna baru, maka kamu harus memenuhi batas usia di 17 tahun, memiliki KTP, lolos tes kesehatan, ujian praktik dan teori. Sedangkan untuk mendapatkan SIM umum, maka akan ada tes tambahan yaitu tes psikologi.

Cara membuat Smart SIM

Datang langsung ke Satpas atau Registrasi lewat layanan SIM online di situs sim.korlantas.polri.go.id

Mengisi formulir registrasi, mulai dari permohonan SIM, golongan SIM, alamat surat elektronik, nomor telepon yang aktif, dan data pribadi.

Pemohon akan mendapatkan kode bayar registrasi.

Pembayaran bisa dilakukan melalui layanan ATM, Mobile Banking dan juga Internet Banking Bank BRI dalam waktu maksimal 3 jam usai registrasi.

Setelah melakukan pembayaran, maka kamu akan mendapat kode registrasi yang akan diterima via SMS atau email.

Kamu datang ke lokasi Satpas/Gerai/SIM Keliling yang telah dipilih saat registrasi melalui website.

Melakukan pengecekan data yang telah di input lewat website.

Melakukan identifikasi dan verifikasi seperti pengembalian foto, sidik jari dan juga tanda tangan.

Melakukan ujian teori dan praktik. Namun hanya untuk pemohon SIM baru dan peningkatan golongan.

Penerbitan SIM (Jika ujian teori dan praktek lulus).

Namun, sebagai catatan, untuk layanan online baru berlaku untuk permohonan SIM golongan C dan A saja. 

Kapan bisa mendapatkan Smart SIM?

Jadi, untuk kamu yang belum memiliki SIM dapat langsung mengajukan permohonan SIM Pintar dengan mengikuti langkah-langkah yang sudah dijelaskan di atas.

Namun, apabila kamu sudah memiliki SIM, maka kamu bisa memperoleh SIM Pintar ini saat melakukan perpanjangan SIM.

Buat kamu yang masa berlaku SIM-nya masih lama, maka bisa menggunakan SIM tersebut hingga masa berlakunya habis. Jika, masa berlakunya akan segera habis, maka bisa mengajukan perpanjangan SIM Pintar.

Biaya pembuatan Smart SIM

Untuk biaya pembuatan Smart SIM sendiri ternyata tak mengalami perubahan. Seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Juknis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berikut rinciannya:

Biaya pembuatan Smart SIM baru

Penerbitan SIM A Rp 120 ribu

Penerbitan SIM A Umum Rp 120 ribu

Penerbitan SIM B1 Rp  120 ribu

Penerbitan SIM B1 Umum Rp  120 ribu

Penerbitan SIM B2 Rp  120 ribu

Penerbitan SIM B2 Umum Rp  120 ribu

Penerbitan SIM C Rp 100 ribu

Biaya perpanjangan Smart SIM

Perpanjang masa berlaku SIM A Rp 80 ribu

Perpanjang masa berlaku SIM B Rp 80 ribu

Perpanjang masa berlaku SIM C Rp 75 ribu

Perpanjang masa berlaku SIM D Rp 30 ribu

Bentuk fisik Smart SIM

Selain memiliki fungsi yang baru, bentuk fisik Smart SIM juga berbeda dibanding SIM yang lama.

Kartu SIM Pintar berwarna merah-putih yang disertai dengan tulisan “Indonesia” pada bagian atasnya.

Tertera identitas pemilik SIM, mulai dari nama, tempat tanggal lahir, golongan darah, jenis kelamin, alamat dan juga pekerjaan.

Selain itu, terdapat juga dua foto si pemilik kartu. Satu yang berwarna terletak di bagian pinggir sebelah kiri berukuran besar yang berada persis di samping identitas diri. Sementara foto yang satunya terletak di pojok kanan bawah berukuran lebih kecil dan tidak berwarna.

Bagian belakangnya memiliki latar belakang warna putih. Tentu saja ini berbeda dengan desain SIM sebelumnya yang berwarna latar belakang biru.

Terdapat juga keterangan golongan darah yang memang bertujuan untuk segera dapat melakukan pemberian darah dengan cepat seandainya terjadi hal darurat.

Bagaimana dengan SIM yang lama?

Tak sedikit masyarakat yang ingin tahu bagaimana nasib dengan SIM lama setelah ada Smart SIM?

Kepala Korlantas Irjen (Pol) Refdi Andri menjelaskan, kalau SIM lama yang masa berlakunya masih panjang setelah peluncuran SIM Pintar ini, maka tidak perlu mengurus pergantian ke Smart SIM.

Jadi seperti yang sudah dijelaskan di atas, kalau kamu baru diperkenankan mengganti SIM lama ke SIM Pintar setelah masa berlaku SIM sudah habis atau akan segera habis masa berlakunya.

Untuk proses perubahan SIM lama menjadi SIM Pintar juga tidak berbeda dengan pembuatan maupun perpanjangan SIM sebelumnya.

Smart SIM itu bisa diisi ulang seperti kartu e-toll . Untuk pengisiannya bisa dilakukan melalui ATM maupun minimarket. Namun, selama masa uji coba selama enam bulan, maka kamu baru bisa menggunakan Bank BNI.



Created by Meridian.id